Laman

Rabu, 23 April 2014

Perbandingan Tingkat Kesejahteraan Provinsi di Jawa dengan 5 Provinsi di Luar Jawa (di Bagian Barat dan Bagian Timur)


Menurut Indikator dari Dudley Seeis yaitu di lihat dari: tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan tingkat ketimpangan diberbagai bidang.

Pada tingkat kemiskinan, kita perlu mengapresiasi berbagai upaya Pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan secara terpadu dan terintegrasi, Meskipun ada kenaikan persentase penduduk miskin dari 11.37 persen (Maret2013) menjadi 11.47 persen (September 2013), namun sesungguhnya turun dari 11.96 persen  jika dibandingkan dengan September 2012. Masalahnya target penurunan kemiskinan belum tercapai. Tahun2013 Badan Pusat Statistik mencatat masih ada sekitar 28,55 juta atau 11,47% dari 248,8 juta penduduk Indonesia yang masuk kedalam kategori miskin. Tingkat kemiskinan di beberapa provinsi indonesia di pulau jawa dan di luar pulau jawa : DKI Jakarta 3,55 persen, Bali 3,95 persen , Kalimantan Selatan 4,77 persen, Banten 5,74 persen, Kalimantan tengah 5,93 persen, Kalimantan Timur 6,06 persen, Maluku Utara 7,5 persen, Jambi 8,07 persen, Jawa barat 9,52 persen, Jawa Timur 12,55 persen, DI Yogyakarta 15,43 persen, Gorontalo 17,51 persen, Sulawesi Barat 12,31 persen, Jawa Tengah 14,56 persen. Tingkat kemiskinan masih tinggi di sebagian besar Indonesia bagian Timur namun, jumlah penduduk miskin masih didominasi di Pulau Jawa.

Tingkat Pengangguran
Provinsi Jawa
Jawa Barat mengalami penambahan jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2013 Tingkat Pengangguran Terbuka Sebesar 8,90  , pengangguran terbuka di provinsi Banten Turun 10,74 Persen, di Jawa Tengah pada Februari 2013 mencapai 5,57 persen mengalami penurunan sebesar 0,06 persen dibanding TPT Agustus 2012, di Jawa Tengah pada Agustus 2013 mencapai 6,02 persen, Jawa Timur pada Februari 2013 mencapai 4,00 persen, Jumlah Pengangguran di DKI Jakarta pun bertambah sampai akhir tahun diperkirakan sebanyak 22.567 orang akan kehilangan pekerjaan dari 41 perusahaan, D.I. Yogyakarta sebesar 3,80 persen.
Provinsi di Luar Jawa
Tingkat pengagguran diluar jawa dibagian barat dan bagian timur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013 sebesar 3,09 persen , di Provinsi Bali pada Februari 2013 mencapai 1,89 persen, Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2013 sebesar 1,82 persen atau menurun sebesar 2,27 persen dari tahun 2008 dan tingkat pengangguran di Kalimantan Tengah tergolong rendah dibandingkan pengangguran nasional, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Utara terus mengalami tren menurun hingga mencapai 6,68% pada Agustus 2013 dimana sebelumnya sebesar 7,79 persen  pada Agustus 2012, Provinsi Lampung tahun 2013 sebesar 5.09 persen, Provinsi Gorontalo pada tahun 2013 (TPT) dari 2008-2013 cenderung menurun, TPT tahun 2013 sebesar 4,31 persen atau berkurang sebesar 1,34 persen, di Sumatera Barat Tingkat pengangguran terbuka menunjukkan trend yang meningkat dari 6,45 persen pada Agustus 2011 menjadi 6,52 persen pada Agustus 2012 dan  mencapai angka  6,99 persen pada Agustus 2013, Maliku Utara Agustus 2013 TPT terjadi penurunan menjadi 4,76 persen, tetapi TPT di bulan Februari 2013 kembali naik menjadi 5,51 persen.

Ketimpangan di Berbagai Bidang
Walau pemerintah mengklaim perkembangan ekonomi banyak mengalami kemajuan namun perekonomian Indonesia tidak terlepas dari berbagai ketimpangan yang terjadi di tengah masyarakat. Ini berdampak pada tidak adanya manfaat kemajuan itu bagi masyarakat banyak di negeri ini. Ini terjadi karena di dalam perekonomian Indonesia ditemukan berbagai ketimpangan. Ketimpangan yang terjadi menjadi sebab mengapa klaim pemerintah itu tidak menyentuhpada perbaikan kesejahteraan masyarakat secara merata. Inilah kenyataan yang terlihat dan disampaikan agar dapat diselesaikan pemerintah secara bertahap. Ketimpangan pembangunan antar wilayah akibat terkonsentrasinya aktifitas ekonomi pada wilayah tertentu. Secara naional konsentrasi itu dapat terlihat, dimana kekuatan ekonomi Indonesia 58 persen berada di pulau Jawa, yang pulaunya lebih kecil dari pulau Sumatera maupun Kalimantan, Sulawesi dan Irian. Pulau Sumatera menguasai 20 persen, Kalimantan 5 persen, sisanya berada di Sulawesi dan Irian dan pulau pulau di Indonesia timur. Akibatnya kepincangan pendapatan dan kesejahteraan pun terjadi. Tidak heran jika kesejahteraan masyarakat pulau Jawa adalah yang tertinggi. Disusul oleh masyarakat yang tinggal di wilayah Indonesia barat dan baru kemudian masyarakat yang berada di wilayah Indonesia timur. Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang berjalan pada ketiga wilayah itu.

Solusi menurut saya yang dapat di berikan untuk provinsi-provinsi yang mengalami tingkat kemiskinan, pengangguran dapat kita perbaiki dengan melihat penyebab atau faktor-faktor setiap provinsi. pada bidang ketenagakerjaan diharapkan banyak penciptaan lapangan kerja. Peningkatan jumlah angkatan kerja yang tidak signifikan terhadap peningkatan pekerja, dapat menggambarkan bahwa tahun 2013 adanya tingkat kompetisi diantara angkatan kerja yang semakin ketat. Untuk itu masih diperlukan regulasi, intervensi dan upaya bersama antara masyarakat, terutama Dunia Pendidikan  dan Pemerintah dalam memerangi pengangguran dan kemiskinan, khususnya dalam hal ketergantungan masyarakat terhadap pekerjaan yang bersifat formal serta untuk peningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Sumber :