Menurut Indikator dari Dudley
Seeis yaitu di lihat dari: tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan
tingkat ketimpangan diberbagai bidang.
Pada tingkat kemiskinan, kita perlu mengapresiasi berbagai
upaya Pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan secara terpadu dan terintegrasi,
Meskipun ada kenaikan persentase penduduk miskin dari 11.37 persen
(Maret2013) menjadi 11.47 persen (September 2013), namun sesungguhnya turun dari
11.96 persen jika dibandingkan dengan September
2012. Masalahnya target penurunan kemiskinan belum tercapai. Tahun2013 Badan Pusat Statistik mencatat masih
ada sekitar 28,55 juta atau 11,47% dari 248,8 juta penduduk Indonesia yang
masuk kedalam kategori miskin. Tingkat kemiskinan
di beberapa provinsi indonesia di pulau jawa dan di luar pulau jawa : DKI
Jakarta 3,55 persen, Bali 3,95 persen , Kalimantan Selatan 4,77 persen, Banten
5,74 persen, Kalimantan tengah 5,93 persen, Kalimantan Timur 6,06 persen, Maluku
Utara 7,5 persen, Jambi 8,07 persen, Jawa barat 9,52 persen, Jawa Timur 12,55
persen, DI Yogyakarta 15,43 persen, Gorontalo 17,51 persen, Sulawesi Barat
12,31 persen, Jawa Tengah 14,56 persen. Tingkat kemiskinan masih tinggi di
sebagian besar Indonesia bagian Timur namun, jumlah penduduk miskin masih
didominasi di Pulau Jawa.
Tingkat Pengangguran
Provinsi Jawa
Jawa Barat mengalami penambahan jumlah
angkatan kerja pada bulan Februari 2013 Tingkat Pengangguran Terbuka Sebesar 8,90 , pengangguran terbuka di provinsi Banten
Turun 10,74 Persen, di Jawa Tengah pada Februari 2013 mencapai 5,57 persen
mengalami penurunan sebesar 0,06 persen dibanding TPT Agustus 2012, di Jawa
Tengah pada Agustus 2013 mencapai 6,02 persen, Jawa Timur pada Februari 2013
mencapai 4,00 persen, Jumlah
Pengangguran di DKI Jakarta pun bertambah sampai akhir tahun
diperkirakan sebanyak 22.567 orang akan kehilangan pekerjaan dari 41 perusahaan,
D.I. Yogyakarta sebesar 3,80 persen.
Provinsi
di Luar Jawa
Tingkat pengagguran diluar jawa dibagian barat dan bagian timur. Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013 sebesar 3,09
persen , di Provinsi Bali pada Februari 2013
mencapai 1,89 persen, Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2013 sebesar 1,82 persen
atau menurun sebesar 2,27 persen dari tahun 2008 dan tingkat pengangguran di
Kalimantan Tengah tergolong rendah dibandingkan pengangguran nasional, Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Utara terus mengalami tren menurun hingga
mencapai 6,68% pada Agustus 2013 dimana sebelumnya sebesar 7,79 persen pada Agustus 2012, Provinsi Lampung tahun 2013
sebesar 5.09 persen, Provinsi Gorontalo pada tahun 2013 (TPT) dari 2008-2013
cenderung menurun, TPT tahun 2013 sebesar 4,31 persen atau berkurang sebesar
1,34 persen, di Sumatera Barat Tingkat pengangguran terbuka menunjukkan trend
yang meningkat dari 6,45 persen pada Agustus 2011 menjadi 6,52 persen pada
Agustus 2012 dan mencapai angka 6,99 persen pada Agustus 2013,
Maliku Utara Agustus 2013 TPT terjadi penurunan menjadi 4,76 persen, tetapi TPT
di bulan Februari 2013 kembali naik menjadi 5,51 persen.
Ketimpangan di Berbagai Bidang
Walau pemerintah mengklaim perkembangan ekonomi banyak mengalami
kemajuan namun perekonomian Indonesia tidak terlepas dari berbagai ketimpangan
yang terjadi di tengah masyarakat. Ini berdampak pada tidak adanya
manfaat kemajuan itu bagi masyarakat banyak di negeri ini. Ini
terjadi karena di dalam perekonomian Indonesia ditemukan
berbagai ketimpangan. Ketimpangan yang terjadi menjadi sebab mengapa klaim
pemerintah itu tidak menyentuhpada perbaikan kesejahteraan masyarakat secara
merata. Inilah kenyataan yang terlihat dan disampaikan agar dapat diselesaikan
pemerintah secara bertahap. Ketimpangan pembangunan antar
wilayah akibat terkonsentrasinya aktifitas ekonomi pada wilayah tertentu.
Secara naional konsentrasi itu dapat terlihat, dimana kekuatan ekonomi
Indonesia 58 persen berada di pulau Jawa, yang pulaunya lebih kecil dari pulau
Sumatera maupun Kalimantan, Sulawesi dan Irian. Pulau Sumatera menguasai 20
persen, Kalimantan 5 persen, sisanya berada di Sulawesi dan Irian dan pulau
pulau di Indonesia timur. Akibatnya kepincangan pendapatan dan kesejahteraan
pun terjadi. Tidak heran jika kesejahteraan masyarakat pulau Jawa adalah yang
tertinggi. Disusul oleh masyarakat yang tinggal di wilayah Indonesia barat dan
baru kemudian masyarakat yang berada di wilayah Indonesia timur. Ini terlihat
dari pertumbuhan ekonomi yang berjalan pada ketiga wilayah itu.
Solusi menurut saya yang dapat di berikan untuk provinsi-provinsi yang mengalami tingkat
kemiskinan, pengangguran dapat kita perbaiki dengan melihat penyebab atau faktor-faktor setiap provinsi. pada bidang ketenagakerjaan diharapkan banyak penciptaan lapangan
kerja. Peningkatan jumlah angkatan kerja yang tidak signifikan terhadap
peningkatan pekerja, dapat menggambarkan bahwa tahun 2013 adanya tingkat
kompetisi diantara angkatan kerja yang semakin ketat. Untuk itu masih
diperlukan regulasi, intervensi dan upaya bersama antara masyarakat, terutama
Dunia Pendidikan dan
Pemerintah dalam memerangi pengangguran dan kemiskinan, khususnya dalam hal
ketergantungan masyarakat terhadap pekerjaan yang bersifat formal serta untuk
peningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.
Sumber :
http://m.kompasiana.com/post/read/624080/1/benarkah-diy-adalah-provinsi-termiskin-di-pulau-jawa.html