Bapak Susilo
Bambang Yudhoyono ( SBY ) pertama kali dilantik sebagai presiden tahun 2004 (
2004 - 2009 ) bersama wakilnya Bapak Jusuf Kalla ( JK ). dan kemudian setelah
habis masa pemerintahannya, beliau kembali terpilih dalam pemilu sebagai
presiden tahun 2009 - 2014 bersama wakil barunya yaitu Bapak
Boediono. Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode
kedua telah hampir selesai. Berbagai upaya perbaikan telah dicapai. pencapaian ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono selama sembilan tahun terakhir. Pendapatan perkapita
Indonesia melonjak tajam.
Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono Kebijakan kontroversial pertama presiden Yudhoyono
adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM.
Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran
subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta
bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan
kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi
masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan
pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita
adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki
iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure
Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan
kepala-kepala daerah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan
kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2009 mencapai 2,3 persen
dibanding triwulan I-2009 (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan
triwulan yang sama tahun 2008 mengalami pertumbuhan 4,0 persen (yon-y).
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2009 dibandingkan
dengan semester I-2008 tumbuh sebesar 4,2 persen, kemudian pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun
2010 meningkat sebesar 6,1 persen terhadap tahun 2009, terjadi pada semua
sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi
13,5 persen dan terendah di Sektor Pertanian 2,9 persen. Sementara pertumbuhan
PDB tanpa migas tahun 2010 mencapai 6,6 persen.
Pada acara konferensi internasional yang membahas berbagai bidang
perekonomian Indonesia. Disitu dikatakan oleh presiden Indonesia bahwa
bagaimana kondisi perekonomian Indonesia sudah meningkat jauh dari sejak jaman
reformasi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatakan pendapatan perkapita yang
tahun 2011 mencapai 3.500 dolar AS per tahun dan cadangan devisa yang melebihi
100 miliar dolar AS.
Perekonomian Indonesia pada tahun 2013 tumbuh sebesar
5,78 persen dibanding tahun 2012, dimana semua sektor ekonomi mengalami
pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Sektor Pengangkutan dan
Komunikasi yang mencapai 10,19 persen, diikuti oleh Sektor Keuangan, Real
Estat, dan Jasa Perusahaan 7,56 persen, Sektor Konstruksi 6,57 persen, Sektor
Perdagangan, Hotel dan Restoran 5,93 persen, Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih
5,58 persen, Sektor Industri Pengolahan 5,56 persen, Sektor Jasa-jasa 5,46
persen, Sektor Pertanian 3,54 persen, dan Sektor Pertambangan dan Penggalian
1,34 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2013 mencapai 6,25 persen
yang berarti lebih tinggi dari pertumbuhan PDB. Sektor Industri Pengolahan
memberikan kontribusi terbesar terhadap total pertumbuhan PDB, dengan sumber
pertumbuhan sebesar 1,42 persen. Selanjutnya diikuti oleh Sektor Perdagangan, Hotel
dan Restoran, dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang memberikan sumber pertumbuhan
masing-masing 1,07 persen dan 1,03 persen.
Kesimpulan dari kondisi perekonomian pada tahap pemerintah Bapak
Susilo Bambang Yudhyono pada masa kepemimpinannya tahun 2004-2009 lalu
berlanjut ketahun 2009-2014 mengalami peningkatan pada PDB, pencapaian yang lumayan baik.
Walaupun banyak kemajuan, masih banyak permasalahan yang cukup mendasar,
termasuk dalam infrasturktur dan regulasi. Jika perbaikan yang saat ini
dilakukan secara intensif berhasil memperbaiki banyak hal dan terus-menerus,
maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin kuat.
Demikianlah
yang saya ketahui tentang perekonomian yang terjadi pada masa pemerintahan
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.
Sumber :