Perkembangan
Ekonomi yang Positif dalam Bidang Kuliner
Industri
kreatif adalah bagian tak terpisahkan dari ekonomi kreatif. Republik Indonesia
menyadari bahwa ekonomi kreatif, yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa
dengan mengandalkan keahlian, bakat dan kreativitas sebagai kekayaan
intelektual, adalah harapan bagi ekonomi Indonesia untuk bangkit, bersaing dan
meraih keunggulan dalam ekonomi global.
Untuk mengembangkan ekonomi kreatif ini, diyakini bahwa kolaborasi
antara berbagai aktor yang berperan dalam industri kreatif yaitu Cendekiawan
(Intellectuals)2, Bisnis (Business) dan Pemerintah (Government) menjadi mutlak
dan merupakan prasyarat mendasar. Tanpa kolaborasi antara elemen I-B-G ini,
maka dikhawatirkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak berjalan selaras,
efisien dan saling tumpang-tindih. Hal ini karena setiap aktor memiliki peran
yang signifikan, namun juga memerlukan kontribusi dari aktor lainnya. Mengenai
bentuk dan struktur dari badan tersebut perlu disesuaikan dengan peraturan
perundang-undangan, prosedur dan realitas politik yang ada, dan dapat berupa
badan pemerintah yang dapat diawali dengan pembentukan sebuah tim nasional
(timnas) atau komite nasional (komnas).
Alasan
mengapa Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif antara lain karena ekonomi kreatif berpotensi
besar dalam: Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan; Menciptakan Iklim
bisnis yang positif; Membangun citra dan identitas bangsa; Mengembangkan
ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan; Menciptakan inovasi dan
kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa; Memberikan
dampak sosial yang positif.
Industri
kreatif adalah kelompok industri yang terdiri dari berbagai jenis industri yang
masing-masing memiliki keterkaitan dalam proses pengeksploitasian ide atau kekayaan
intelektual ( intellectual property ) menjadi nilai ekonomi tinggi yang
dapat menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan. Seperti yang kita
ketahui Indonesia merupakan negeri yang memiliki segudang kuliner dari berbagai
daerahdengan ciri khasnya masing-masing. Di zaman yang semakin modern ini
industri kuliner di Indonesia kini berevolusi menjadi industri kreatif yang
berperan penting dalam perkembangan ekonomi kreatif negara. Bersama dengan
industri kerajinan danwisata, kuliner menjadi bagian dalam pengembangan
pariwisata lokal. Gerakan ekonomi kreatif pun akan dimulai dengan produk
bermuatan lokal. Dimulai dari usaha warung kecil-kecilan hingga usaha kuliner
yang menyebar luas ke pelosok nusantara sehingga menjadi tren dan
tentunya menghasilkan omzet yang besar. Kurangnya perhatian dan
pengelolaan yang menarik, membuat
industri ini tidak tergali menjdi lebih bernilai ekonomis.
Dalam pengembangan ekonomi kreatif
usaha yang berbasis kreativitas perlu
juga dikembangkan seperti Wisata Kuliner. Kuliner adalah suatu bagian hidup
yang eratkaitannya dengan konsumsi makanan sehari-hari dan kuliner menrupakan
sebuah gaya hidup yang ditidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari,
dimana kuliner dapat mengembangkan perekonomian daerah yang dapat menciptakan
lapangan kerja. Oleh karena itu kuliner perlu dimasukan kedalam ektor
perkembangan ekonomi kreatif.
Pengaruh Industri Kuliner Kuliner saat ini memberikan sumbangan terbesar bagi perkembangan industri
kreatif setelah kerajinan dan fashion. Mentri Pariwisata dan
ekonomi Kreatif, Mari Pangestu berpendapat bahwa kuliner
tidak lepas dari kegiatan pariwisata.
Kegiatan makan-makan sambil jalan-jalan, saat ini menjadi daya tarik
tersendiri untuk pariwisata diIndonesia. Selain telah berkembang pesat, ribuan
masyarakat juga masuk hidup didalamnya. Setiap ada lokasi wisata, di sana juga
pasti ada kuliner dan ini akan menjadi pendorong ekonomi bagi masyarakat.
Kuliner dan Kreativitas menghasilkan Usaha/Bisnis Beberapa bulan terakhir ini, semakin banyak usaha franchise
makanan tradisional seperti ayam, bebek, dan lainnya. Ini sebabkan karena
citarasanya yang cocok dengankeinginan masyarakat Indonesia seperti sambel,
sayur asem. Rasa pedas yang merupakan salah satu ciri khas lidah
nusantara juga dapat memberikan ide untuk menciptakan sesuatu yang
dicari-cari, simbol gaya hidup, dan produk bergengsi yangsukses
menembus pasar internasional.
Pengembangan ekonomi
kreatif tetap memperhatikan dan membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah
dengan memberikan insentif bagi industri kreatif, pengembangan pendidikan yang
terintegrasi dengan pembangunan ketenagakerjaan serta pendirian pusat-pusat
pembangunan kewirausahaan.
Sumber :
www.lemhannas.go.id/.../Edisi_14_-_Desember_2012..


