Akuntansi Komparatif
1.
Jepang
Pembukuan
dan laporan keuangan Jepang menggambarakan adanya pencampuran dari pengaruh
domestik dan internasional. Dua badan pemerintah yang terpisah bertanggung
jawab atas regulasi akuntansi dan terdapat pengaruh yang lebih jauh dari
undang-undang pajak penghasilan perusahaan Jepang. Pada setengah awal abad
ke-20, pemikiran akuntansi merupakan refleksi adanya pengaruh Jerman; sisa abad
selanjutnya adalah pemikiran AS. Kini, efek dari IASB telah terasa, dan pada
tahun 2001 terjadi perubahan yang besar dengan adanya pembentukan organisasi
pengaturan standarisasi akuntansi sektor swasta.
Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang
perusahaan diatur oleh Ministry of Justic (MOJ). Dikembangkan dari hokum
komersial Jerman, peeraturan ini diundang-undangkan pada tahun 1890, tetapi
tidak diimplementasikan hingga 1899. Proteksi pemegang saham dan kreditor
merupakan prinsip dasar, dengan kepercayaan yang tinggi pada patokan harga
perolehan. Pengungkapan pada kelayakan kredit dan kemungkinan untuk mendapatkan
untung karena distribusi deviden menjadi hal yang diutamakan. Semua perusahaan
yang didirikan berdasarkan undang-undang perusahaan diwajibkan untuk memenuhi
ketentuan akuntansi.
Patokan
Akuntansi
Metode
pooling of interest (penyatuan saham) untuk bisnis gabungan digunakan pada
situasi tertentu saja di mana tidak ada perusahaan yang mengontrol perusahaan
lainnya. Sebaliknya, bisnis gabungan dihitung karena pembelian. Goodwill
dihitung dengan dasar harga pasar aset bersih yang didapatkan dan diamortisasi
lebih dari 20 tahun atau kurang serta subjek terhadap tes penurunan nilai.
Metode ekuitas digunkan untuk investasi dalam perusahaan afiliasi ketika
perusahaan induk memberikan pengaruh signifikan daripada kebijakan operasional
dan finansial. Metode ekuitas juga digunkan untuk menghitung proyek gabungan,
gabungan yang profesional tidak diperbolehkan. Dibawah standar stimulasi mata
uang, aset dan kewajiban dari anak perusahaan asing dihitung dengan tingkat
kurs saat itu (akhir tahun), pendapatan dan beban dalam rata-rata, serta
penyesuaian pertukaran mata uang asing berada dalam ekuitas pemegang saham.
2. Cina
Karakteristik
dasar akuntansi Cina dimulai sejak pembentukan RRC pada tahun 1949. Cina
menerapkan program ekonomi yang sangat terpusat, memperlihatkan prinsip dan
pola Marxis meniru sistem kesatuan soviet. Negara mengendalikan kepemilikan,
hak guna, dan distribusi untuk semua sarana produksi, dan memberlakukan
pelaksanaan dan pengendalian ekonomi yang disiplin.
Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
The
state Council/Dewan Pemerintahan mengeluarkan aturan pelaporan dan akuntansi
keuangan perusahaan (Financial Accounting and Reporting Rules for
Enterprises-FARR). Semua peraturan ini focus pada pembukuan, persiapan laporan
keuangan, praktik pelaporan, dan akuntansi keuangan lainnya dan berbagi hal
tentang pelaporan. FARR diterapkan bagi semua perusahaan besar sampai
perusahaan kecil yang tidak mendapatkan dana dari pihak luar. Dewan keuangan,
diawasi oleh dewan pemerintah, merumuskan standar akuntansi dan proses audit.
Patokan
akuntansi
Penggabungan
usaha dicatat menggunakan metode pembelian,
kapitalisasi dan uji
penurunan nilai tahunan diberlakukan untuk goodwill, untuk menghitung usaha
gabungan digunakan metode ekuitas,
penilaian aset menggunakan basis harga perolehan, biaya depresiasi
didasarkan pada basis ekonomi, penilaian
persediaan menggunaka FIFO dan rata-rata.
3. India
Dari
1947 sampai akhir 1970-an, ekonomi India digolongkan dengan bergaya program
sosialis pemerintah terpusat dan industri pengganti barang impor. Produksi
ekonomi telah berubah dari pertanian, kehutanan, perikanan, dan manufaktur
tekstil dengan beragam industry berat dan transportasi.
Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
Pengaruh
bangsa Inggris meluas pada akuntansi: Pelaporan keuangan ditujukan pada saat
presentasi wajar dan ada profesi akuntansi independen yang mengatur standar
akuntansi dan proses audit. Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di
India adalah lembaga hukun dan profesi akuntansi.
Pengukuran
akuntansi
· Penggabungan,
untuk penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya tetapi sebagian besar
menggunakan metode pembelian yang disebut amalgamation.
· Goodwill,
dikapitalisasi, diamortisasi dan di uji impairmentnya.
· Penilaian
aset tetap memakai nilai wajar dan harga perolehan, sedangkan aset tidak
berwujud diamortisasi lebih dari 10 tahun.
· Biaya
persediaan dihitung yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai yang
dapat direalisasi, FIFO, dan rata-rata.
· Sewa
pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancar pasar dan dideperesiasi terhadap
masa penggunaan sewa.
· Sewa
operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis lurus.
Sumber
:
Frederick
D. S. Choi dan Gary K. Meek. Akuntansi Internasional. Buku 1 Edisi 6. Tahun
2010: Salemba Empat.