Laman

Jumat, 29 Mei 2015

“BIAYA RELEVAN UNTUK PEMBUATAN KEPUTUSAN”

Tugas Tulisan 3
Konsep Biaya untuk Pembuatan Keputusan
            Biaya Relevan dalam proses pembuatan keputusan biaya dan manfaat dari suatu alternative harus dibandingkan dengan biaya dan manfaat dari alternative yang lain. Jika biayadiantara alternative lain sama maka tidak akan memiliki dampak terhadap biaya dan dapat diabaikan.
            Biaya terhindarkan (avoidable cost) adalah biaya yang dapat dihilangkan baik seluruhnya ataupun sebagian dengan memilih salah satu dari alternative yang tersedia. Biaya terhindarkan merupakan biaya relevan, biaya tidak terhindarkan (unavoidable cost) merupakan biaya tidak relevan. Ada dua kategori biaya yang tidak pernah relevan dalam pembuatan keputusan :
1.      Sunk cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat dihindari dari apapun keputusan yang dibuat oleh manajer. Akan selalu sama, tidak memiliki pengaruh terhadap berbagai alternative yang dipertimbangkan, biaya tersebut selalu tidak relevan dan sebaiknya diabaikan.
2.      Future cost biaya yang terjadi antara berbagai alternative yang tersedia.
Untuk mengidentifikasikan biaya yang dapat dihindari (differential) dalam pembuatan keputusan tertentu dan apakah biaya tersebut relevan, berikut langkah-langkah yang dilakukan :
1.    Hilangkan biaya dan manfaat yang tidak berbeda diantara berbagai alternative. Biaya tidak relevan ini terdiri dari (a) sunk cost dan (b) future cost yang tidak berbeda diantara berbagai alternative
2.    Gunakan biaya dan manfaat yang tersedia yang berbeda diantara berbagai alternative yang tersedia dalam pembuatan keputusan. Biaya yang tersisa tersebut adalah biaya differensial atau biaya terhindarkan.

Biaya yang Berbeda untuk Tujuan yang Berbeda
            Menajer memerlukan biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. Untuk tujuan tertentu kelompok biaya tertentu mungkin relevan, untuk tujuan yang lain sekelompok biaya yang lain yang relevan. Setiap pembuatan keputusan manajer harus menguji data dan memisahkan biaya relevan.

Sunk Cost Bukan Biaya Relevan
            Sunk cost tidak pernah relevan dalam pembuatan keputusan. Sunk cost tidak dapat dihindari, dan oleh karenanya dapat diabaikan dalam pembuatan keputusan.

Biaya Masa Depan yang tidak Berbeda bukan Biaya Relevan
            Biaya yang tersisa, biaya tenaga kerja langsung dan biaya tetap yang berkaitan dengan mesin baru merupakan biaya yang relevan.
            Contoh biaya masa depan yang tidak relevan. Mesin baru menjajikan penghematan $3 untuk biaya tenaga kerja langsung per unit, tetapi akan meningkatkan biaya tetap $3000 per tahun.
            Penghematan biaya tenaga kerja langsung
              (5000 unit produksi x $ 3 per unit)                           $15000
            Dikurangi penambahan biaya tetap                                 3000
            Penghematan total yang diperoleh
             Dengan adanya mesin baru                                        $12000
            Kita dapat melihat bahwa biaya mas adepan yang tidak berbeda diantara alternative yang tersedia sesungguhnya tidak relevan dalam proses pembuatan dan dapat dihilangkan dari analisis.

Mengapa Memisahkan Biaya Relevan?
Memisahkan biaya relevan penting dengan dua pertimbangan
1.      Sangat jarang tersedia informasi yang lengkap untuk menyusun laporan laba rugi secara detil.
2.      Mencampur biaya relevan dengan tidak relevan akan menyebabkan bingung dan mengganggu perhatian dari masalah yang sesungguhnya lebih penting.
            Analisis biaya relevan digabungkan dengan pendekatan kontribusi laporan keuangan, memberikan alat yang sangat memadai dalam pembuatan keputusan.

Penambahan dan Pengurangan Lini Produk dan Segmen Lain
            Keputusan akan menambahkan atau mengurangi lini produk atau segmen perusahaan menjadi bagian sulit yang harus dihadapi oleh para manajer. Beberapa factor kuantitatif dan kualitatif harus dipertimbangkan. Keputusan final untuk menambah atau mengurangi segmen perusahaan terutama akan bergantung pada dampak keputusan tersebut laba bersih operasi. Untuk menaksir dampak ini sangat perlu untuk membuat analisis secara hati-hati terhadap biaya apa saja yang digunakan.
            Yang dimaksud bagaimana manajer melakukan analisis biaya yang dibebankan lini produk menentukan hal seperti biaya gaji menunjukan upah yang dibayarkan kepada pekerja yang bekerja secara langsung di setiap lini produk, biaya iklan menunjukan biaya langsung untuk setiap lini produk, biaya utilitas menunjukan biaya utilitas untuk perusahaan secara keseluruhan, beban penyusutan menunjukan peralatan yang digunakan untuk memamerkan produk perusahaan, biaya sewa adalah sewa gedung secara keseluruhan, biaya asuransi adalah asuransi untuk persediaan disetiap lini produk.
            Untuk menentukan bagaimana penghentian lini tersebut akan mempengaruhi laba secarakeseluruhan, kita dapat membandingkan antara berkutangnya margin kontribusi dengan biaya yang dapat dihindari.

Kehati-hatian dalam Alokasi Biaya Tetap
Mengapa tetap mempertahankan lini yang memberikan kerugian? Terletak pada masalah biaya tetap umum yang dialokasikan kesetiap lini produk. Salah satu bahaya bersih mengalokasikan biaya tetap umum adalah bahwa alokasi seperti itu dapat membuat lini produk Nampak kurang menguntungkan dibandingkan dengan kondisi yang sesungguhnya. Adanya alokasi biaya tetap umum keseluruh lini produk, perlu dilihat secara mendalam apakah memang benar-benar merugikan meskipun pada kenyataannya menghentikan lini akan berakibat menurunnya laba bersih perusahaan secara keseluruhan.

Aspek Strategi Keputusan Membuat atau Membeli
Integrasi memberikan keuntunagan perusahaan yang melakukan strategi integrasi dapat mengurangi ketergantungannya dari pemasok dan dapat merangcang alur komponen dan bahan dengan lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukan integrasi. Menggunakan pemasok luar juga ada keuntungannya dengan mengumpulkan permintaan ke sejumlah perusahaan pemasok akan dapat menikmati skala ekonomis dalam riset dan pengembangan dan dalam proses produksinya. Skala ekonomis ini dapat mendorong kualitas yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan apabila membuat sendiri komponen yang diperlukan.

Opportunity cost
Tidak tercatat dalam rekening perusahaan karena tidak menunjukan biaya yang actual tetapi menunjukan manfaat ekonomis yang hilang sebagai akibat diambilnya keputusan tertentu.

Pesanan Khusus
Pesanan khusus adalah pesanan pada waktu tertentu yang bukan merupakan hasil dari kegiatan normal perusahaan. Secara umum pesanan khusus akan menguntungkan sejauh meningkatkan pendapatan dari pesanan khusus lebih besar dari penabahan biaya karena adanya pesanan khusus tersebut.

Penggunaan Sumber Daya yang Terbatas
Pada saat keterbatasan sumber daya tersebut membatasi kemampuan perusahaan untuk memuaskan kebutuhannya, perusahaan dapat mengatakan bahwa mereka menghadapi kendala. Karena sumber daya terbatas, perusahaan tidak dapat memenuhi seluruh ambisinya.

Konstribusi dan Keterbatasan Sumber Daya
Untuk mengasumsikan total margin kontribusi, perusahaan tidak hanya sekedar mempromosikan produknya yang memberikan margin kontribusi per unit yang paling tinggi. Total margin kontribusi akan mencapai tingkat maksimum dengan mempromosikan produk-produk perusahaan atau menerima pesanan yang memberikan margin kontribusi per unit tertinggi dalam kaitannya dengan sumber daya yang terbatas.

Mengelola Kendala
laba dapat meningkat dengan pengelolaan kendala organisasi secara efektif. Jika kendala adalah bottleneck dalam proses produksi manajer harus memilih bauran produksi yang memaksimumkan total margin kontribusi. Manajer harus memfokuskan pada produk yang paling tinggi memberikan keuntungan dalam penggunaan sumberdaya yang terbatas. Mereka juga harus menjamin bahwa produk diproses dngan lancar didalam proses bottleneck dengan meminimumkan waktu yang hilang karena adanya kerusakan maupun waktu setup. Mereka juga harus mencari cara untuk meningkatkan kapasitas pada operasi yang mengalami bottleneck tersebut. Kapasitas dalam bottleneck dapat secara efektif ditingkatkan dengan beberapa cara :
1.      Bekerja lembur diarea yang mengalamo bottleneck
2.      Memberikan sub kontrak untuk memproses yang mengalami bottleneck
3.      Investasi mesin tambahan
4.      Menggeser tebaga kerja dari proses yang tidak mengalami bottleneck ke dalam proses yang mengalamo bottleneck
5.      Memfokuskan usaha perbaikan proses bisnis seperti TQM dan Proses Rekayasa Ulang dalam proses yang mengalami bottleneck
6.      Mengurangi produk cacat setiap produk cacat yang diproses diarea bottleneck akan mengurangi produk jadi

Biaya Produk Bersama dan Pendekatan Kontribusi
Dua atau lebih jenis produk yang diproduksi ari input yang sama disebut sebagai produk bersama. Istilah biaya produksi bersama digunakan untuk menunjukkan biaya produksi yang terjadi untuk memproduksi produk bersama sampai titik split-off. Split-off adalah titik dalam proses produksi dimana dalam titik tersebut produk bersama dapat ditentukan sebagai produk yang tersendiri. Pada titik tersebut beberapa produk bersama akan mencapai bentuk akhir dan siap dipasarkan kepada konsumen. Beberapa produk lainnya masih membutuhkan pemprosesan lebih lanjut sebelum dipasarkan.

Perangkap dalam Proses Alokasi
Biaya produk bersama sesungguhnya adalah biaya umum yang terjadi untuk memproduksi berbagai macam produk akhir secara simultan. Pendekatan yang khusus digunakan adalah mengalokasikan biaya produk bersama sesuai dengan nilai jual relative masing-masing produk akhir. Meskipun alokasi biaya produk bersama dibutuhkan untuk memenuhi beberapa tujuan seperti penilaian persediaan dalam neraca, alokasi seperti ini harus mendapatkan perhatian khusus secara internal dalam proses pembuatan keputusan.

Keputusan untuk Menjual dan Memproses Lebih Lanjut
Biaya produk bersama tidak relevan dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan apa yang akan dikerjakan terhadap produk dari titik split-off ke tahap selanjutnya. Alasannya karena pada saat produk sampai pada titik split-off biaya produk bersama sudah terjadi dan oleh karenanya menjadi sunk cost.

Activity-Based Costing dan Biaya Relevan
ABC dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasikan biaya relevan yang potensial untuk tujuan pembuatan keputusan. ABC memperbaiki kemungkinan dapat ditelusurinya biaya dengan memfokuskan pada aktifitas yang disebabkan oleh produk atau segmen yang lain. Biaya yang dihasilkan dari desain ABC yang bagus hanya potensial menjadi biaya relevan. Pelajaran utama yang dapat diperoleh adalah bahwa metode yang digunakan untuk membebankan biaya ke produk atau segmen lain tidak mengubah sifat dasar biaya. Sunk cost seperti biaya penyusutan peralatan tetap menjadi sunk cost menjadi sunk cost tanpa terpengaruh apakah terpengaruh langsung ke segmen tertentu berdasarkan basis aktivitas dialokasikan keseluruh segmen berdasarkan jam kerja langsung atau ditangani dengan cara yang lain dalam proses pembebanan biaya.

Minggu, 17 Mei 2015

Hak Kekayaan Intelektual dalam Perekonomian Indonesia

Tugas Utama 3       
     Hak kekayaan intelektual adalah hak yang timbul dari kemampuan berfikir atau olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Dalam ilmu hukum, hak kekayaan intelektual merupakan harta kekayaan khususnya hukum benda (zakenrecht) yang mempunyai objek benda inteletual, yaitu benda yang tidak berwujud yang bersifat immaterial maka pemilik hak atas kekayaan intelektual pada prinsipnya dapat berbuat apa saja sesuai dengan kehendaknya.
            Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) telah menjadi bagian penting dalam perkembangan perekonomian Nasional maupun International. Berbagai jenis informasi tentang kebijakan, peraturan, perkembangan terkini praktek penerapan dan perlindungan HaKI , telah menjadi materi yang sangat diperlukan oleh masyarakat.
            Hak atas kekayaan intelektual  telah menjadi salah satu alat yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan perkonomian suatuekonomi suatu bangsa. Dengan mengandalkan hak kekayaan intelektual masyarakat dan negara dapat kembali menumbuhkan perekonomian. Karya intelektual manusia merupakan potensi ekonomi yang tidak akan pernah habis dan akan terus berkembang seiring semakin pesatnya kemajuan teknologi. 
            Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dunia sangat ditopang oleh investasi inovasi kekayaan intelektual yang selalu tumbuh dan berkembang seiring komersialisasi HaKI tersebut. Oleh karenanya, diharapkan karya intelektual bangsa selalu dapat tumbuh dan berkembang serta dapat berharmonisasi dengan karya intelektual bangsa lain. Dalam pembahasan ini diharapkan dapat menstimulasi perkembangan HaKI Indonesia, sehingga dapat terwujud karya intelektual nasional dalam jumlah yang besar dalam mengembangkan perekonomian Indonesia kini dan masa akan datang.
Prinsip-Prinsip Hak Atas Kekayaan Intelektual
Prinsip-Prinsip yang terdapat dalam hak atas kekayaan intelektual adalah prinsip ekonomi, prinsip keadilan, prinsip kebudayaan, dan prinsip sosial.
1.      Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi, yakni hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif suatu kemauan daya fikir manusia yang diekspresikan dalam berbagai bentuk yang akan memberikan keuntungan kepada pemilik yang bersangkutan.
2.      Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan, yakni didalam menciptakan sebuah karya atau orang yang bekerja membuahkan suatu hasil dari kemampuan intelektual dalam ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang akan mendapat perlindungan dalam pemiliknya.
3.      Prinsip Kebudayaan
Prinsip kebudayaan, yakni perkembangan ilmu pengetahuan, sastra, dan seni untuk meningkatkan kehidupan manusia. Dengan menciptakan suatu karya dapat meningkatkan taraf kehidupan, peradaban, dan martabat manusia yang akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
4.      Prinsip Sosial
Prinsip sosial, (mengatur kepentingan manusia sebagai warga negara), artinya hak yang diakui oleh hukum dan telah diberikan kepada individu merupakan satu kesatuan sehingga perlindungan diberikan berdasarkan keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat.
Klasifikasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI)
Secara umum Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) terbagi dalam dua kategori, yaitu :
1.      Hak Cipta
            Hak Cipta adalah Hak khusus bagi pencipta untuk mengumumkan ciptaannya atau memperbanyak ciptaannya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19/2002 Pasal 1 ayat 1 mengenai Hak Cipta :
            Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2.      Hak Kekayaan Industri, yang meliputi :
a.       Hak Paten
            Hak Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil penemuannya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu dalam melaksanakan sendiri penemuannya tersebut atau dengan membuat persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Paten hanya diberikan negara kepada penemu yang telah menemukan suatu penemuan (baru) di bidang teknologi.
b.      Hak Merek
             Hak merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Merek merupakan tanda yang digunakan untuk membedakan produk/jasa tertentu dengan produk/jasa yang sejenis sehingga memiliki nilai jual dari pemberian merek tersebut.
Kesimpulan
            Hak atas kekayaan intelektual  telah menjadi salah satu alat yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan perkonomian suatuekonomi suatu bangsa. Dengan mengandalkan hak kekayaan intelektual masyarakat dan negara dapat kembali menumbuhkan perekonomian. Karya intelektual manusia merupakan potensi ekonomi yang tidak akan pernah habis dan akan terus berkembang seiring semakin pesatnya kemajuan teknologi.    Namun di era globalisasi ini karya intelektual akan dapat berkembang dan menyebar dengan luas sehingga perlu adanya hukum dalam melindunginya. Sehingga karya tersebut dapat menjadi sumber ekonomi yang tepat bagi para penciptanya. Salah satunya adalah dengan perlindungan HaKi. Di indonesia sendiri seperti masalah pelanggaran hak cipta sudah menjadi masalah yang rumit. Seperti pembajakan, permasalahan royalti, dan pengunduhan hasil karya secara ilegal. Kasus seperti ini harus segera diperhatikan lebih lagi, karena jika tidak akan semakin banyak pembajak yang menyebarluaskan karya-karya lewat dunia maya.
Sumber :