Laman

Minggu, 29 Maret 2015

Tugas Utama "Perkembangan ekonomi kreatif yang Positif"


Perkembangan Ekonomi yang Positif dalam Bidang Kuliner
            Industri kreatif adalah bagian tak terpisahkan dari ekonomi kreatif. Republik Indonesia menyadari bahwa ekonomi kreatif, yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual, adalah harapan bagi ekonomi Indonesia untuk bangkit, bersaing dan meraih keunggulan dalam ekonomi global.
            Untuk mengembangkan ekonomi kreatif ini, diyakini bahwa kolaborasi antara berbagai aktor yang berperan dalam industri kreatif yaitu Cendekiawan (Intellectuals)2, Bisnis (Business) dan Pemerintah (Government) menjadi mutlak dan merupakan prasyarat mendasar. Tanpa kolaborasi antara elemen I-B-G ini, maka dikhawatirkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak berjalan selaras, efisien dan saling tumpang-tindih. Hal ini karena setiap aktor memiliki peran yang signifikan, namun juga memerlukan kontribusi dari aktor lainnya. Mengenai bentuk dan struktur dari badan tersebut perlu disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan, prosedur dan realitas politik yang ada, dan dapat berupa badan pemerintah yang dapat diawali dengan pembentukan sebuah tim nasional (timnas) atau komite nasional (komnas).
            Alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif antara lain karena ekonomi kreatif berpotensi besar dalam: Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan; Menciptakan Iklim bisnis yang positif; Membangun citra dan identitas bangsa; Mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan; Menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa; Memberikan dampak sosial yang positif.
           
            Industri kreatif adalah kelompok industri yang terdiri dari berbagai jenis industri yang masing-masing memiliki keterkaitan dalam proses pengeksploitasian ide atau kekayaan intelektual ( intellectual property ) menjadi nilai ekonomi tinggi yang dapat menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan. Seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan negeri yang memiliki segudang kuliner dari berbagai daerahdengan ciri khasnya masing-masing. Di zaman yang semakin modern ini industri kuliner di Indonesia kini berevolusi menjadi industri kreatif yang berperan penting dalam perkembangan ekonomi kreatif negara. Bersama dengan industri kerajinan danwisata, kuliner menjadi bagian dalam pengembangan pariwisata lokal. Gerakan ekonomi kreatif pun akan dimulai dengan produk bermuatan lokal. Dimulai dari usaha warung kecil-kecilan hingga usaha kuliner yang menyebar luas ke pelosok nusantara  sehingga menjadi tren dan tentunya menghasilkan omzet yang besar. Kurangnya  perhatian dan  pengelolaan yang menarik,  membuat  industri ini tidak tergali menjdi lebih bernilai ekonomis.
           
            Dalam pengembangan ekonomi kreatif usaha yang berbasis  kreativitas perlu juga dikembangkan seperti Wisata Kuliner. Kuliner adalah suatu bagian hidup yang eratkaitannya dengan konsumsi makanan sehari-hari dan kuliner menrupakan sebuah gaya hidup yang ditidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, dimana kuliner dapat mengembangkan perekonomian daerah yang dapat menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu kuliner perlu dimasukan kedalam ektor perkembangan ekonomi kreatif.
               
                Pengaruh  Industri Kuliner Kuliner saat ini memberikan sumbangan terbesar bagi perkembangan industri kreatif setelah kerajinan dan  fashion. Mentri Pariwisata dan ekonomi Kreatif, Mari Pangestu  berpendapat  bahwa kuliner  tidak lepas dari  kegiatan pariwisata.  Kegiatan makan-makan sambil jalan-jalan, saat ini menjadi daya tarik tersendiri untuk pariwisata diIndonesia. Selain telah berkembang pesat, ribuan masyarakat juga masuk hidup didalamnya. Setiap ada lokasi wisata, di sana juga pasti ada kuliner dan ini akan menjadi pendorong ekonomi bagi masyarakat.

                Kuliner dan Kreativitas menghasilkan Usaha/Bisnis Beberapa bulan terakhir ini, semakin banyak usaha  franchise makanan tradisional seperti ayam, bebek, dan lainnya. Ini sebabkan karena citarasanya yang cocok dengankeinginan masyarakat Indonesia seperti sambel, sayur asem. Rasa pedas yang  merupakan salah satu ciri khas lidah nusantara juga dapat memberikan ide untuk menciptakan sesuatu yang dicari-cari, simbol gaya hidup, dan produk bergengsi yangsukses menembus pasar internasional.

            Pengembangan ekonomi kreatif tetap memperhatikan dan membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah dengan memberikan insentif bagi industri kreatif, pengembangan pendidikan yang terintegrasi dengan pembangunan ketenagakerjaan serta pendirian pusat-pusat pembangunan kewirausahaan.

 Sumber :
www.lemhannas.go.id/.../Edisi_14_-_Desember_2012..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar