Laman

Kamis, 20 Maret 2014

Bagaimana Dengan Kondisi Perekonomian Pada Tahap Pemerintahan SBY ?


Bapak Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) pertama kali dilantik sebagai presiden tahun 2004 ( 2004 - 2009 ) bersama wakilnya Bapak Jusuf Kalla ( JK ). dan kemudian setelah habis masa pemerintahannya, beliau kembali terpilih dalam pemilu sebagai presiden tahun 2009 - 2014 bersama wakil barunya yaitu Bapak Boediono. Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode kedua telah hampir selesai. Berbagai upaya perbaikan telah dicapai. pencapaian ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama sembilan tahun terakhir. Pendapatan perkapita Indonesia melonjak tajam.

Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono Kebijakan kontroversial pertama presiden Yudhoyono adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2009 mencapai 2,3 persen dibanding triwulan I-2009 (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2008 mengalami pertumbuhan 4,0 persen (yon-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2009 dibandingkan dengan semester I-2008 tumbuh sebesar 4,2 persen, kemudian pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2010 meningkat sebesar 6,1 persen terhadap tahun 2009, terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 13,5 persen dan terendah di Sektor Pertanian 2,9 persen. Sementara pertumbuhan PDB tanpa migas tahun 2010 mencapai 6,6 persen.

Pada acara konferensi internasional yang membahas berbagai bidang perekonomian Indonesia. Disitu dikatakan oleh presiden Indonesia bahwa bagaimana kondisi perekonomian Indonesia sudah meningkat jauh dari sejak jaman reformasi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatakan pendapatan perkapita yang tahun 2011 mencapai 3.500 dolar AS per tahun dan cadangan devisa yang melebihi 100 miliar dolar AS.
 
Perekonomian Indonesia pada tahun 2013 tumbuh sebesar 5,78 persen dibanding tahun 2012, dimana semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang mencapai 10,19 persen, diikuti oleh Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan 7,56 persen, Sektor Konstruksi 6,57 persen, Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 5,93 persen, Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih 5,58 persen, Sektor Industri Pengolahan 5,56 persen, Sektor Jasa-jasa 5,46 persen, Sektor Pertanian 3,54 persen, dan Sektor Pertambangan dan Penggalian 1,34 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2013 mencapai 6,25 persen yang berarti lebih tinggi dari pertumbuhan PDB. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total pertumbuhan PDB, dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,42 persen. Selanjutnya diikuti oleh Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang memberikan sumber pertumbuhan masing-masing 1,07 persen dan 1,03 persen.

Kesimpulan dari kondisi perekonomian pada tahap pemerintah Bapak Susilo Bambang Yudhyono pada masa kepemimpinannya tahun 2004-2009 lalu berlanjut ketahun 2009-2014 mengalami peningkatan pada PDB, pencapaian yang lumayan baik. Walaupun banyak kemajuan, masih banyak permasalahan yang cukup mendasar, termasuk dalam infrasturktur dan regulasi. Jika perbaikan yang saat ini dilakukan secara intensif berhasil memperbaiki banyak hal dan terus-menerus, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin kuat.

Demikianlah yang saya ketahui tentang perekonomian yang terjadi pada masa pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.
Sumber :               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar