Proporsisi
Proposisi berarti data
yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar-tidaknya. Agar
pembaca dapat menerima data secara benar maka data ini harus dirumuskan dalam
kalimat berita yang netral. Proposisi ini terbangun karena adanya
unsur yang disebut term. Term adalah kata atau kelompok kata
yang dapat dijadikan subjek atau predikat dalam sebuah kalimat proposisi.
Dengan demikian, proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang
terdapat dalam subjek dan predikat.
Kalimat “Semua
kaca bisa pecah” adalah sebuah bentuk proposisi, sedang kalimat“Semua
kaca” dan “bisa pecah” adalah term.
Ø Jenis-jenis Proposisi
1. Berdasarkan bentuk: Tunggal dan
majemuk.
Proposisi adalah pernyataan hubungan
antara dua term. Jika proposisi hanya mengandung satu pernyataan, dinamai
proposisi tunggal. Umpamanya: Semua manusia adalah mortal dan Sebagian manusia
adalah tidak bijaksana.
Jika proposisi mengandung lebih dari
satu pernyataan, dinamai proposisi majemuk. Umpamanya: Mohammad Yamin adalah
seorang ahli hukum dan sastrawan kenamaan. Proposisi ini sama dengan dua buah
proposisi, yaitu: Mohammad Yamin adalah seorang ahli hukum dan Mohammad Yamin
adalah seorang sastrawan kenamaan.
Dengan demikian proposisi majemuk
adalah proposisi yang terdiri lebih dari proposisi tunggal. Proposisi majemuk
dibagi lagi atas majemuk kopulatif dan majemuk remotif.
2. Berdasarkan Hubungan : Kategorial dan
Kondisional
Proposisi
Kategorial adalah proposisi dimana hubungan antara subyek dan predikatnya
mempunyai syarat apapun. Contoh : Semua Perempuan di indonesia akan mengalami
Menstruasi.
Setiap mengendarai mobil harus memakai seftybeld.
Setiap mengendarai mobil harus memakai seftybeld.
Proposisi
kondisional adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat
membutuhkan syarat tertentu.
Contoh : Jika yogi lulus UN maka saya akan berikan hadiah.
Jika saya lulus penelitian ilmiah maka saya akan mengadakan syukuran.
Contoh : Jika yogi lulus UN maka saya akan berikan hadiah.
Jika saya lulus penelitian ilmiah maka saya akan mengadakan syukuran.
3. Berdasarkan kualitas: Afirmatif dan
negatif.
Proposisi afirmatif adalah yang
kopulanya membenarkan adanya persesuaian antara subyek dan predikat. Misalnya:
Manusia adalah mortal dan sebagian manusia tidaklah bijaksana.
Proposisi
negatif adalah yang kopulanya menyatakan bahwa antara subyek dan predikat tidak
ada hubungan. Misalnya: Semua gajah tidaklah semut dan semua manusia tidaklah
bijaksana.
Dalam
proposisi afirmatif, kopula selalu bersifat membenarkan, sedangkan dalam
proposisi negatif, kopula mempunyai tanda negatif.
Dalam hal
ini, anteseden tidak mempengaruhi sifat proposisi karena hanya mengandung
syarat dan bukan menyatakan penghubungnnya. Untuk dikatakan hipotesis pun dalam
hal ini tergantung pada sifat konsekuennya. Misalnya, jika konsekuen afirmatif,
maka menjadi hipotesis. Umpanya:
Proposisi
hipotesis afirmatif: Jika ia datang, saya akan pergi dan jika ia datang, saya
akan pergi juga.
Proposisi
hipotesis negatif: Jika ia pergi, saya tidak akan datang dan jika tidak turun
hujan, sawah tidak akan jadi.
4. Berdasarkan Kuantitas : Universal dan
Khusus
Berdasarkan kuantitasnya, proposisi
dapat dibedakan ke dalam proposisi universal dan proposisi khusus. Pada
proposisi universal, predikat membenarkan atau mengingkari seluruh subjek,
yang perlu digarisbawahi di sini adalah kata seluruh tersebut, contohnya adalah
kalimat “Semua yang belajar di perguruan tinggi adalah Mahasiswa.”.
Kemudian pada proposisi khusus, predikat membenarkan atau mengingkari sebagian subjek,
yang perlu digarisbawahi adalah kata sebagian tersebut, contohnya adalah
kalimat “tidak satupun binatang di Taman Safati dibiarkan kelaparan.”
Ada
beberapa kata-kata yang menjadi penanda sebuah proposisi universal, antara
lain:
1)
Universal positif,
semua, setiap, masing-masing, apapun
2)
Universal negatif,
tidak satupun, tidak sedikitpun, tak seorangpun.
Sedang
untuk proposisi khusus kata-kata yang menjadi penandanya antara lain:
1)
Universal positif,
sebagian, beberapa, sering, kadang-kadang.
2)
Universal negatif,
tidak semua, tidak seluruhnya.
5. Berdasarkan isi (Import): Verbal dan
real.
Predikat proposisi verbal hanya
menyatakan konotasi atau bagian dari konotasi subyek. Misalnya: Semua manusia
adalah rasional.
Predikat proposisi real hanya
mengemukakan keterangan-keterangan tambahan berupa uraian konotasi subyek yang
belum dikemukakan. Misalnya: Manusia adalah binatang yang berbudi.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar