Pengertian
GCG Cadbury Committee of United Kingdom Cadbury, Good Corporate
Governance adalah prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan
agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan
dalam memberikan pertanggungjawabannya kepada para shareholder khususnya,
dan stakeholder pada umumnya. Hal ini berkaitan dengan peraturan
kewenangan pemilik, direktur, manajer, pemegang saham, dan sebagainya.
Finance
Committee on Corporate Governance (FCCG) mendefinisikan Corporate Governance
sebagai proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola
bisnis serta aktivitas perusahaan kearah peningkatan pertumbuhan bisnis dan
akuntabilitas perusahaan. Pasal 1 Surat Keputusan Menteri BUMN No.
117/M-MBU/2002, Corporate Governance adalah proses dan struktur yang digunakan
oleh organ BUMN untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas
perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan
tetap memerhatikan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya, berlandaskan
peraturan perundangan dan nilai-nilai etika.
Tujuan Pelaksanaan Good Corporate Governance menurut
Siswanto Sutojo dalam E. John Aldridge (2005:5-6), Good Corporate Governance mempunyai lima macam tujuan
utama yaitu melindungi hak dan kepentingan pemegang saham, melindungi hak dan
kepentingan para anggota the stakeholders non-pemegang saham, meningkatkan nilai
perusahaan dan para pemegang saham, meningkatkan efisiensi dan efektifitas
kerja Dewan Pengurus atau Board
of Directors dan manajemen
perusahaan, dan meningkatkan mutu hubungan Board
of Directors dengan manajemen
senior perusahaan.
Jurnal 1
|
|
Nama Penulis
|
Zanera
Saroh Firdausya
Fifi
Swandari
Widyar
Effendi
|
Judul
|
Pengaruh
Mekanisme Good
Corporate Governance
(Gcg)
Pada Nilai Perusahaan
(Studi
Pada Perusahaan Yang Masuk Indeks Lq45 Di Bursa Efek
Indonesia)
|
Jurnal Penelitian/Tahun
|
Jurnal
Wawasan Manajemen, Vol. 1 Nomor 3, (2013)
|
Tujuan Penelitian
|
Untuk
menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial,
kepemilikan
institusional, ukuran dewan komisaris, ukuran dewan komisaris independen,
ukuran dewan direksi dan size terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang
termasuk dalam indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia.
|
Hasil/Kesimpulan
|
Kesimpulan hasil analisis regresi
berganda menunjukan secara parsial kepemilikan manajerial berpengaruh positif
signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian dapat disimpukan bahwa
hipotesis kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap nilai
perusahaan dapat diterima.
Hasil analisis regresi berganda
menunjukan secara parsial kepemilikan institusional berpengaruh negatif namun
signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian
dapat disimpukan bahwa hipotesis
kepemilikan instirusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan tidak
dapat diterima.
Secara parsial dewan komisaris tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Sehingga hipotesis
ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan tidak
dapat diterima.
Secara parsial dewan komisaris
independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.
Sehingga hipotesis ukuran dewan komisaris independen berpengaruh positif
terhadap nilai perusahaan tidak dapat diterima.
Secara parsial direksi tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Sehingga hipotesis
ukuran dewan direksi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan tidak dapat
diterima.
Secara parsial size tidak berpengaruh
secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Sehingga hipotesis size
berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan tidak dapat
diterima.
|
Jurnal 2
|
|
Nama Penulis
|
Maria Rofina WPPW
Maswar Patuh Priyadi
|
Judul
|
Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance
Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Di Bei
|
Jurnal
Penelitian/Tahun
|
Jurnal Ilmu
& Riset Akuntansi Vol. 2 No. 1, (2013)
|
Tujuan
Penelitian
|
Untuk
menguji apakah terdapat pengaruh penerapan good corporate governance terhadap
kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
|
Hasil/Kesimpulan
|
Kesimpulan
berdasarkan uji parsial (uji t), pengaruh masing-masing variabel pada
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan good corporate governance
terbukti berpengaruh signifikan terhadap return on investment. Penerapan
good corporate governance terbukti berpengaruh signifikan
terhadap net profit margin. Penerapan good corporate
governance terbukti berpengaruh signifikan terhadap return on equity.
|
Jurnal 3
|
|
Nama Penulis
|
Reny Dyah Retno M.
|
Judul
|
Pengaruh Good Corporate Governance Dan Pengungkapan Corporate
Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan
(Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar
Di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2010)
|
Jurnal
Penelitian/Tahun
|
Jurnal Nominal
/ Volume I Nomor I / Tahun 2012
|
Tujuan
Penelitian
|
Untuk
mengetahui Pengaruh GCG Terhadap Nilai Perusahaan dengan variabel
kontrol Size dan Leverage pada perusahaan yang terdaftar di BEI
periode 2007-2010. Pengaruh Pengungkapan CSR Terhadap Nilai Perusahaan
dengan
variabel kontrol Size, Jenis industri, Profitabilitas,
dan
Leverage pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2007-2010.
Pengaruh GCG Dan Pengungkapan CSR Terhadap Nilai Perusahaan
pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2007-2010.
|
Hasil/Kesimpulan
|
Hasil penelitian menunjukkan GCG berpengaruh
positif terhadap Nilai Perusahaan dengan variabel kontrol Size dan Leverage
pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2007-2010. Hal ini menunjukkan
bahwa investor bersedia memberikan premium lebih kepada perusahaan yang memberikan
transparansi atas pelaksanaan GCG dalam laporan tahunan mereka. Semakin
tinggi tingkat implementasi GCG semakin tinggi nilai perusahaan yang
ditunjukkan dengan tingginya harga saham perusahaan. Pada variabel kontrol berupa
Ukuran Perusahaan dan Leverage, terbukti memiliki korelasi positif
signifikan terhadap GCG. Hal ini dikarenakan perusahaan besar memiliki
masalah keagenan lebih besar karena lebih sulit untuk dimonitor, sehingga
diperlukan penerapan corporate governance yang baik, perusahaan kecil
mempunyai kesempatan bertumbuh yang tinggi, sehingga membutuhkan dana
eksternal dan membutuhkan penerapan corporate governance yang baik.
Adanya korelasi antara Leverage terhadap GCG dikarenakan adanya corporate
governance yang baik akan meminimalisasi konflik antara pihak-pihak yang
berkepentingan di dalam perusahaan mengenai keputusan pendanaan dan hal-hal yang
berhubungan dengan leverage perusahaan.
Pengungkapan CSR berpengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan dengan variabel
kontrol Size, Jenis industri,Profitabilitas, dan Leverage pada
perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2007-2010. Hal ini dikarenakan
kualitas Pengungkapan CSR dari tahun 2007-2010 masih rendah dan belum
mengikuti standar GRI. Pada variabel kontrol ukuran perusahaan memiliki
korelasi signifikan terhadap Pengungkapan CSR, semakin besar
perusahaan Pengungkapan CSR yang dibuat juga cenderung semakin luas. Variabel
kontrol Jenis Industri memiliki korelasi signifikan terhadap Pengungkapan
CSR, dikarenakan luas Pengungkapan CSR antar perusahaan dalam industri yang
satu dengan industri lainnya berbeda karena masing-masing industri memiliki
karakterisitik yang berbeda. Pada variabel kontrol profitabilitas memiliki
korelasi signifikan terhadap pengungkapan CSR dikarenakan perolehan laba yang
semakin besar membuat perusahaan mengungkapkan informasi sosial yang lebih
luas. Pada variabel kontrol Leverage, memiliki korelasi signifikan
terhadap Pengungkapan CSR dikarenakan manajemen perusahaan dengan tingkat leverage
yang tinggi akan mengurangi pengungkapan CSR yang dibuat agar tidak
menjadi sorotan debtholders.
GCG danPengungkapan CSR berpengaruh
positif terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di BEI
periode 2007-2010. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan corporate governance yang baik dan
pengungkapan CSR dapat meningkatkan reputasi perusahaan.
|
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar